Berita Terbaru

Demensia

Thursday 16 March 2017
Sesungguhnya demensia dapat pula disebabkan oleh suatu kelainan atau penyakit pada otak yang perlu mendapat penanganan dari dokter. Oleh karena itu, setiap pribadi berusia lanjut yang menunjukkan gejala pikun ada baiknya untuk secepatnya berobat, agar kepikunannya tidak bertambah parah.
Arsip
16/03/2017 10:11:52 AM

Demensia

Jakarta -
Sesungguhnya demensia dapat pula disebabkan oleh suatu kelainan atau penyakit pada otak yang perlu mendapat penanganan dari dokter. Oleh karena itu, setiap pribadi berusia lanjut yang menunjukkan gejala pikun ada baiknya untuk secepatnya berobat, agar kepikunannya tidak bertambah parah.

Sebagian masyarakat masih menganggap demensia atau yang biasa kita sebut pikun adalah gejala mudah lupa yang disebabkan oleh proses otak menjadi tua yang erat kaitannya dengan usia lanjut dan masih wajar. Secara medis, demensia memiliki pengertian kumpulan gejala yang mengalami perubahan proses kognitif beraneka ragam. Diantaranya gangguan daya ingat, kemampuan mengerjakan gerakan tertentu walaupun fungsi baik, berkurangnya kelancaran berbicara, kemampuan informasi, kecepatan belajar dan memecahkan persoalan.

Namun, sesungguhnya demensia dapat pula disebabkan oleh suatu kelaianan atau penyakit pada otak yang perlu mendapat penanganan dokter. Oleh karena itu, setiap pribadi berusia lanjut yang menunjukkan gejala pikun ada baiknya untuk secepatnya berobat, agar kepikunannya tidak bertambah parah. Didukung oleh ilmu kedokteran yang sudah canggih, pemeriksaan soal kemunduruan intelektual (kognitif) dan memori dapat menetapkan apakah kemunduran tersebut abnomal atau masih dalam batas wajar.
Individu yang tergolong sehat adalah yang mempunyai keluhan kognitif (kemampuan seseorang untuk mengenal dan menafsirkan lingkungan) ataupun dengan gangguan kognitif dari stadium ringansampai berat, dimana penerapan prinsip penanganan secara garis besar sesuai kebutuhan dan beratnya penyakit.

Saat ini, jumlah penderita demensia di negara berkembang semakin meningkat. Di Indonesiarata-rata umur harapan hidup pada tahun 2000 mencapai usia 65 tahun. Meningkatnya angka harapan hidup sejalan dengan adanya perbaikan pelayanan medis, sosial, serta menurunnya angka kematian.

Gejala-Gejala Demensia
Tahap Dini
  1. Daya ingat jangka pendek; mengulangi pertanyaan yang sama, sering beberapa menit lupa meletakkan kepunyaannya, serta sering menuduh orang lain yang mencurinya.
  2. Tak dapat menyebut nama-nama benda. Dasi dikatakan benda melingkari kerah. Aktivitas yang sehari-hari mahir dikerjakan menjadi sukar seperti mengemudi, mengatur urusan keuangan dan urusan rumah tangga.
  3. Perubahan kepribadian emosi labil, tidak dapat mengambil keputusan. Walaupun demensia dini tak mengenai pergaulan, penderita lebih mudah marah, bermusuhan dan gelisah. Penderita dengan demensia dini biasanya dapat menyesuaikan diri dan mengikuti pekerjaan rutin di rumah.
Tahap Sedang
  1. Kemampuan melakukan aktivitas hidup dasar sehari-hari terganggu. Misalnya, mandi, berpakaian, buang air besar, serta tak dapat mempelajari informasi baru.
  2. Tersesat di lingkungan yang sudah dikenal (tidak mengetahui ranjang atau kamar mandinya). Memiliki risiko jatuh dan kecelakaan karena bingung dan tak dapat mengambil keputusan.
  3. Gangguan kelakuan dapat terjadi saat demensia dini dan sedang, yang dapat berlangsung secara terus-menerus sampai terjadi demensia hebat.
  4. Curiga bermakna, seperti tuduhan umum, terjadi pada 25% penderita.
Tahap Lanjut
  1. Penderita tak dapat melakukan aktivitas hidup sehari-hari. Menjadi tergantung pada orang lain untuk makan, buang air besar, dan mobilisasi.
  2. Daya ingat jangka panjang dan pendek menghilang, penderita tak dapat mengingat keluarga dekat
  3. Kesukaran menelan
  4. Sukar memahami dan menilai peristiwa
  5. Mengalami buang air besar dan buang air kecil tidak terasa
  6. Pada perjalanan lanjut dari demensia insidens kejang-kejang bertambah. Kematian biasanya karena infeksi dari pernafasan, kulit, dan saluran kencing
Perubahan Fisik Pada Usia Lanjut

  1. Perubahan dari makro molekul informasional (DNA, RNA, dan protein), mutasi dan anomali kromosom bertumpuk pada usia lanjut, kesalahan dalam turunan DNA bertambah
  2. Hilangnya sel saraf. Pada usia lanjut normal, banyak sel saraf di otak berkurang. Dari usia 20-30 sampai usia 90 tahun, berat otak menurun hingga 10%
  3. Aliran darah otak berkurang. Sekitar 20% penurunan lebih besar pada penderita dengan penyakit pembuluh darah otak kecil karena diabetes dan hipertensi
  4. Radikal bebas bertumpuk dan mempunyai efek toksik pada sel-sel saraf tertentu
  5. Perubahan patologis. Pigmen lipofusin ditumpuk di sel saraf dan amiloid dan senile plaques di pembuluh darah, neurofibrillary tangles
Pengobatan Penyakit Demensia

  1. Pengobatan simptomatik farmacologik (Feldman 2001)
    • Kolinergik
    • Non-kolinergik
    • Herbal dan vitamin
  2. Pengobatan stabilisasi untuk menghambat memburuknya klinis (Gray 2001)
    • Antioksidan
    • Anti-inflamasi
    • Menghambat MAO
    • Hormon estrogen
    • Faktor neurotrofik
  3.     Prevensi
    • Upaya aktivitas mental mencegah demensia yaitu membaca, memainkan instrumen musik, main catur, menjaga kesehatan dengan gixi yang seimbang dan olahraga teratur.
(rumkitpolrisukanto.com)

HUBUNGI

  • Jl. Raya Bogor, Kramat Jati, Jakarta Timur - 13510
  • 021 - 8093288 / 8090559
  • 021 - 8094005